Ciri Khas Sistem Pendidikan di Jepang

Orang Jepang terkenal dengan sumber daya manusia yang pintar, sehat, sopan dan sangat baik. Saya juga percaya hal ini, karena beberapa teman saya yang asli Jepang selalu tepat waktu, pekerja keras dan efisien!

Terus kenapa, sih, kok negara ini bisa menjadi salah satu negara paling maju di Asia?

Apakah karena mereka makan ikan terus? Lalu mereka jadi pintar? Atau karena mereka sering banget membungkuk memberi hormat? Sehingga terlihat sangat sopan? Ternyata bukan sekedar itu alasannya.

Banyak negara terkagum-kagum dengan karakter dan etos kerja orang Jepang karena mereka punya ciri khas sistem pendidikan yang oke banget!

1. Mengajarkan sikap yang baik sebelum ilmu pengetahuan

Di Jepang, kurikulum sekolahnya nggak mewajibkan siswa buat ikut ujian sampai kelas empat (sekitar usia 10 tahun). Mereka cuma ikut tes kecil yang dirancang oleh sekolah.

Kurikulum di Jepang percaya bahwa tujuan utama dari tiga tahun pertama di sekolah bukanlah nilai akademis yang bagus. Mereka lebih mementingkan sikap yang baik. Siswa diajarkan untuk menghormati orang lain, memperlakukan hewan dan alam dengan baik. Mereka juga belajar gimana berlaku dermawan, berempati dan punya rasa kasih sayang. Selain itu, mereka juga diajarkan keberanian, keadilan dan pengendalian diri.

2. Sekolah dan perkuliahan dimulai bersamaan dengan mekarnya bunga Sakura

Kebanyakan sekolah dan kampus memulai tahun akademik mereka di bulan Juni-Agustus. Di Jepang, sekolah dan perkuliahan dimulai pada tanggal 1 April bertepatan dengan fenomena mekarnya bunga Sakura. Ini dipercya bisa menambah semnagat anak-anak sekolah dan kuliah menghadapi tahun ajaran baru.

Siswa di Jepang libur selama enam minggu pas musim panas, dua minggu pas musim Semi dan musim Dingin.

3. Kebanyakan sekolah di Jepang meminta murid membersihkan sendiri ruang belajar

Sistem pendidikan di Jepang percaya bahwa dengan membersihkan ruang kelas, toilet dan fasilitas sekolah lainnya, siswa berlatih bekerja di dalam tim dan membantu sesama. Kegiatan membersihkan sekolah ini mengajarkan mereka supaya menghargai hasil kerja mereka sendiri dan hasil kerja orang lain.

4. Sekolah di Jepang menyediakan makan siang dan mereka makan di kelas bersama-sama

Sekolah di Jepang menyediakan makan siang dengan menu yang sehat dan seimbang. Di SD dan SMP negeri, mereka makan di kelas bareng guru demi menciptakan kebersamaan dan hubungan yang lebih harmonis.

5. Les sepulang sekolah sangat populer di Jepang

Buat masuk SMA yang bagus, rata-rata pelajar di Jepang ikut workshop atau les di malam hari. Setelah pulang dari melakukan kegiatan yang mereka suka (semaca ekstrakurikuler), mereka bakal ikut workshop lagi atau bahkan belajar di hari libur. Ini kenapa hampir nggak ada siswa yang nggak naik kelas di Jepang!

6. Selain mata pelajaran normatif, mereka belajar kaligrafi dan puisi

Seni kaligrafi Jepang (Shodo) biasanya menggunakan kuas bambu yang dicelupkan ke tinta dan ditulis di atas kertas nasi. Selain Shodo, mereka juga belajar Haiku, seni membuat puisi yang menggunakan eksperi sederhana untuk mengolah emosi pembaca. Intinya, mereka selalu diajarkan untuk menghargai seni tradisional negeri tersebut.

7. Hampir semua siswa pakai seragam.

Sama seperti di Indonesia, Jepang juga menerapkan seragam untuk semua siswa sekolah. Gaya militer untuk cowok dan gaya pelaut untuk cewek. Tujuannya tentu untuk mengeliminasi kesenjangan sosial diantara para siswa.

8. Tingkat kehadiran siswa di Jepang mencapai 99.99%

Sistem pendidikan Jepang 8 - Youthmanual

Siswa di Jepang seneng banget berangkat ke sekolah dan belajar. Mereka jarang banget bolos. Bahkan sebuah penelitian statistik di Jepang menunjukkan 91% siswanya selalu memeperhatikan guru dan fokus sama pembelajaran di kelas. Nggak ada deh yang tidur atau madol di mata pelajaran tertentu.

9. Ujian untuk menentukan masuk universitas

Nilai kelulusan di Jepang bisa digunakan untuk mendaftar ke Universitas tertentu yang mereka mau. Malah, kalau nilai mereka nggak mencapai persyaratan kampus yang mereka tuju, mereka biasanya memutuskan untuk nggak kuliah sekalian. Kompetisi masuk universitas di Jepang sangat tinggi.

10. Masa kuliah adalah masa terbaik bagi orang Jepang

Setelah mati-matian belajar buat tes masuk universitas, Siswa di Jepang biasanya mengambil libur panjang sebelum menjalani masa kuliah. Semacam gap year gitu deh, gaes. Setelah itu, mereka akan kembali serius menjalani perkuliahan dan menganggap bahwa ini adalah momen terbaik untuk mencari ilmu.

Sumber: www.youthmanual.com

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.