Pembelajaran Daring di Pandemi Covid-19

Guru dan peserta harus menyesuikan diri dengan proses pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini dikarenakan pembelajaran tatap muka di sekolah dialihkan menjadi pembelajaran daring sejak tanggal 23 Maret 2020. Hal ini seiring dengan adanya wabah corona Covid-19 yang melanda Indonesia termasuk Gorontalo.

Proses pembelajaran yang dilakukan SMAN 1 Telaga adalah menggunakan Grup Whatsapp dan Google Classroom. Pembelajaran ini bukan tanpa kendala. Peserta didik dan guru dituntut harus memiliki ponsel dengan pulsa data yang cukup. Guru harus mengubah sistem, proses, evaluasi secara tiba tiba dari metode tatap muka menjadi daring. Peserta didik juga harus menyiapkan diri untuk belajar secara daring, menyelesaikan tugas, dan mengirimkan ke guru. Orang tua pun harus mendampingi anaknya belajar di rumah dan menyiapkan akses internet di rumah. Bahkan banyak guru yang harus antrian laptop atau ponsel dengan anaknya yang juga harus belajar daring.

Kendala-kendala itu menjadi catatan penting dari dunia pendidikan kita. Selama ini pembelajaran daring hanya sebagai konsep, belum sebagai cara berpikir, sebagai paradigma pembelajaran. Pembelajaran daring bukan sekedar mengubah belajar tatap muka dengan aplikasi digital, bukan pula membebani peserta didik dengan tugas yang bertumpuk setiap hari. Pembelajaran daring harusnya mendorong peserta didik menjadi kreatif untuk mengakses sebanyak mungkin sumber pengetahuan, menghasilkan karya, dan mengasah wawasan sehingga membentuk peserta menjadi pembelajar sepanjang hayat. Seyogyanya guru dan peserta didik memiliki perangkat teknologi pendukung pembelajaran. Minimal ponsel pintar dan laptop, serta perangkat untuk konferensi daring.

Pandemi Covid-19 memang menjadi efek kejut bagi kita semua. Sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk melakukan transformasi pembelajaran daring bagi semua peserta didik dan guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem dan pola interaksi kita dengan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.